25 July 2006

Kata-Kata di Setangkai Mawar

Hari itu aku tersenyum gembira
Bersama kelompok kaum muda kenalanku
Hari itu aku tertawa dalam canda gembira
Dengan mereka yang sebenarnya ‘asing’ bagiku

Di sana, di Puncak ...
Kutuliskan kata-kata dalam secarik kertas
Terselip anggun di setangkai mawar
Kuberikan ‘tanda Valentine’ itu padamu

Di sana, Nisita, namanya
Kulihat kamu duduk di sudut
Bagaikan sebongkah batu penjuru
Tenang sekali... aku salut
Tapi aku yakin kamu tidak berada dalam penjara.

Kucoba hari-hari ini mengingat hari itu
Rasanya aku benar menulis:
“Kamu nampak tenang sekali ...
setenang daerah Puncak
& sedamai Nisita ...
Kuharap ketenangan dan kedamaianmu
Memancar juga dalam hatiku dan hati teman-temanku”.

Rasanya ... kamu pantas mendapatkan ...
Sebuah harapan ... bukan sebuah janji ...
Sebuah kebebasan ... bukan sebuah kewajiban ...
Aku tak mau menguncimu dalam kamar imaginasimu.

Kuingin kau terbang bebas sebebas-bebasnya ...
Terbang bersama angin pagi ...
Berjalan bersama nafas siang ...
Dan tidur bersama mimpi-mimpi malam ...

Kuharap “kata-kata di secarik kertas di setangkai mawar”
Tidak hanya lagi “diresapi sebelum tidur”
Tetapi telah hidup dalam dirimu,
Seorang insan sejati, kecintaan Abadi ...
Saya ingin supaya kedamaianmu abadi ....

No comments: