20 February 2008

* Antara Gesang, Pencipta lagu Bengawan Solo & Janet Cahill, si Penulis dari Ireland

By Nilora

Seperti biasa aku membaca berita di Cyber Kompas Online hari ini (2 October 2007). Dalam berita utama ada berita ulang tahun dari sang Maestro Keroncong, Gesang Martohartono, pencipta lagu Bengawan Solo. Beliau merayakan ulang tahun ke-90 tgl 1 October 2007. Sebagai hadiah terima kasih dari berbagai komponen masyarakat Solo, Walikota Solo menyerahkan penghargaan berupa santunan kesehatan seumur hidup.

Boleh jadi ini adalah suatu tindakan yang luar biasa. Sayang datangnya pada saat diusianya yang telah sepuh. Tapi kalau membaca “Kiat umur panjang dari Gesang” yang dimuat di Kompas beberapa bulan lalu (19 Juli 2007), maka penghargaan ini tentu akan beliau diterima dengan penuh syukur.

Berbicara tentang kiat umur panjang, aku membayangkan bahwa si Maestro akan memberikan tips berupa diet dan menjaga makanan tapi tips yang beliau berikan lebih berupa kiat-kiat positif dalam menjalani kehidupan ini. Tampak sangat sederhana tapi tentu tidak mudah dilaksanakan. Menurutnya dalam hidup ini: a). “Yang didoyani jangan banyak-banyak”. b). “Kalau marah jangan berlebihan, harus bisa mengekang napsu”. c). “Orang Jawa bilang harus nrimo. Kalau sudah kejadian, ya sudah. Jangan terus dipikirkan, nanti malah jadi sakit”.

Kiat-kiat yang tentu sangat menarik. Aku yakin Gesang tidak pernah mengenal Janet Cahill, penulis muda yang telah menulis buku “I Swear”. Tapi aku yakin ada kemiripan dalam cara mereka memahami kehidupan. Dalam majalah the “Word” (edisi October 2007), Janet Cahill menulis: “... I believe that our life is a book of three chapters: the past, the present, and the future. The past is gone, it is stowed away; the present we live with every day; the future is not for us to see, it is locked away and God holds the key”.

Aku juga pingin belajar untuk tidak melihat kegagalan dan keberhasilan masa lalu sebagai penentu diriku saat ini. Seperti kata-kata bijak sang Maestro, “ Kalau sudah kejadian, ya sudah”. Saat ini adalah bagaimana aku berbuat sesuatu yang indah untuk Tuhan, sesama & diriku, dan saat ini aku mau belajar seperti Janet Cahill melihat masa depan sebagai sesuatu yang masih terkunci dan Tuhanlah pemegang kuncinya. So, antara Gesang, pencipata lagu Bengawan Solo dan Janet Cahill, si penulis dari Ireland, ada kata-kata kebijaksanaan.


1 comment:

Aluguel de Computadores said...

Hello. This post is likeable, and your blog is very interesting, congratulations :-). I will add in my blogroll =). If possible gives a last there on my blog, it is about the Aluguel de Computadores, I hope you enjoy. The address is http://aluguel-de-computadores.blogspot.com. A hug.